Pemaksimalan "Harmoni dengan Kearifan Lokal" untuk Menangkal Sekulerisme dan Terorisme
Harmoni Islam mulai dirasakan oleh kaum muslimin sejak Islam mulai berkembang dan mengalami kemajuan.Keindahan dalam melakukan kebaikan yang telah diterapkan dalam agama dan kehidupan bermasyarakat,keindahan harmoni Islam dan kearifan lokal kaum muslimin mulai terlena untuk menunjukkan kelebihan dalam diri mereka untuk selalu berkompetisi dalam berbagai hal.Sebagian besar orang islam pada zaman dahulu lebih mementingkan pengetahuan mengenai agama dari pada pengetahuan umum.Hal tersebut dikarenakan pada zaman dahulu banyak sekali tokoh-tokoh islam yang bisa dijadikan sumber inspirasi.Kearifan lokal juga masih asli dan belum mengalami perubahan.Nuansa islam sekarang ini sudah mulai berkurang bahkan kearifan lokal sudah mulai terpengaruh pada hal-hal yang dapat menjadikan suatu perbuatan-perbuatan yang baik ke dalam suatu perbuatan yang buruk.
Sekulerisme adalah kemusyrikan yang membawa kaum muslimin ke dalam suatu masalah yang bertentangan dengan ajaran-ajaran agama.Harmoni islam itu indah apalagi dengan adanya kearifan lokal yang dapat menciptakan dan membentuk islam yang sederhana,sehingga harmoni islam dan kearifan lokal dapat dijadikan landasan untuk menangkal sekulerisme dan terorisme.Pemikiran sekulerisme inilah yang menjadi jalan bagi teroris untuk tetap menjajah meski bukan lagi dalam bentuk penjajahan fisik,melainkan penjajahan dalam bidang politik,sosial,ekonomi,budaya dan keamanan.
Strategi kearifan lokal bisa berkembang sekaligus bisa mendobrak kemampuan yang sudah kondusif.Bagaimana harmoni islam dan kearifan lokal dijadikan strategi untuk menangkal sekulerisme dan terorisme?Dengan cara menggunakan ilmu-ilmu yang merupakan landasan tetap untuk mengendalikan sekulerisme dan terorisme.Selain ilmu landasan untuk dapat memahami dan menguatkan harmoni islam dan kearifan lokal dalam kehidupan individu maupun masyarakat dapat dilakukan melalui tiga strategi pendekatan yakni; Pendekatan Doktrinal,Pendekatan Historis,Pendekatan kultural.
Pendekatan Doktrinal yakni memahami dan menguatkan harmoni Islam dan kearifan lokal dengan memahami doktrin dan ajaran yang dirumuskan dalm kitab ilmu klam sunni,diskusi.Dan pengajian formal atau nonformal terhadap konsep-konsep keimanan kepada Tuhan;yakni menelusuri perkembangan kesejarahan dimana harmoni islam dan kearifan lokal berusaha mencari titik temu perbedaan yang terjadi diantara para sahabat maupun ulama.Yakni usaha mengembangkan nilai-nilai dan sikap kemasyarakatan dan diberikan oleh harmoni Islam dan kearifan lokal.
Sikap keagamaan yang mengutamakan dalil-dalil naqliah dari pada dalil-dalil akliah memberikan pelajaran kepada umat bahwa yang mutlak benar hanyalah wahyu,baik yang berupa Al-Qur'an maupun sunnah.

Komentar
Posting Komentar